giswebgis

Prosiding Seminar Nasional Geomatika 2017 – Badan Informasi Geospasial

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.

Prosiding Seminar Nasional (Semnas) Geomatika tahun 2017 dengan tema “Inovasi Teknologi Penyediaan Informasi Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) sudah dirilis dan bisa didownload untuk publik.

Salah satu pemakalah dalam Semnas Geomatika 2017 adalah dari Sinau Gis dengan judul “Pemanfaatan WebGIS Dalam Mendukung Program Desa Bersaudara Di Kabupaten Magelang (Studi Kasus: Simulasi Jalur Evakuasi Program Desa Bersaudara Terhadap Ancaman Erupsi Gunungapi Merapi Di Desa Ngargomulyo Dan Tamanagung)“.
Kami ucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini yaitu kepada Bpbd KabMagelang, Ibu Icha Roy, rekan-rekan Pusdalops Bpbd KabMagelang Mas Tege Linang, Mas Muhammad Aksa AlFarezi, Mas Tri Sarjaka, rekan-rekan TRC dan Satgas PB Bpbd KabMagelang.

 


ABSTRACT

Erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010 mengakibatkan banyak korban jiwa, kerusakan aset dan kerugian di berbagai bidang. Untuk meminimalkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian, diperlukan upaya pengurangan risiko bencana (PRB). Salah satu upaya yang dilakukan adalah program desa bersaudara (sister village) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Program desa bersaudara ini bertujuan agar ada kepastian tempat pengungsian, mengurangi kesemrawutan proses pengungsian serta memudahkan pelayanan pengungsi. Program ini dapat memanfaatan Sistem Informasi Geografis/Geographic Information System (GIS) yang berbasis web (WebGIS). WebGIS mampu mendiseminasikan peta yang dihasilkan dalam program desa bersaudara, misalnya peta jalur evakuasi. Makalah ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemanfataan WebGIS dalam mendukung program desa bersaudara, dengan mengambil kasus di Desa Ngargomulyo (desa rawan bencana) dan Desa Tamanagung (desa penyangga/ penerima pengungsi). Metodenya adalah memaparkan proses pemetaan jalur evakuasi. Proses penyusunan peta tersebut terbagi empat tahap:   survei lapangan, penyiapan data spasial, coding dan publikasi. Hasilnya adalah tampilan peta jalur evakuasi yang bisa diakses oleh siapapun tanpa menggunakan aplikasi GIS yang memudahkan masyarakat pengungsi, penerima pengungsi, pemerintah maupun parapihak, mengetahui asal pengungsi, jalur evakuasi dan titik pengungsian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan WebGIS dapat mendukung upaya PRB dengan keunggulan bisa dijangkau pengguna secara sangat luas.

Kata kunci: desa bersaudara, sister village, pemetaan jalur evakuasi, gis, webgis


 

Untuk sobat Sinau Gis yang penasaran isi makalah tersebut, silahkan download di sini:
http://semnas.big.go.id/index.php/SN/article/view/461

Penulis: Didik Humam Zarodi, Muhammad Anshori dan F. Asisi S. Widanto
Tim pendukung SinauGIS: Arief Rohman dan Mart Widarto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *